Lansia merupakan kelompok masyarakat rentan yang berhak atas perlindungan, rasa aman, dan kehidupan yang bermartabat. Namun, pergeseran struktur keluarga dari extended family menjadi nuclear family, tingginya beban pengasuhan (caregiver burden), serta masih rendahnya literasi hukum keluarga sering kali memicu terjadinya penelantaran maupun kekerasan domestik terhadap lansia. Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (FH UNIB) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis edukasi dan pendampingan di Desa Pasar Pedati, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Kegiatan PkM ini dipimpin oleh Prof. Dr. Herlambang S.H., M.H. sebagai Ketua Tim Pengabdian bersama anggota Dr. Antory Royan Adyan, S.H., M.Hum., serta melibatkan dua orang mahasiswa Program Doktoral FH UNIB. Selain itu, kegiatan ini menghadirkan tenaga ahli psikolog Yunda Natalia, M.Psi. untuk memberikan bantuan konsultasi dan pendampingan psikologis. Program ini turut didukung penuh oleh Pemerintah Desa Pasar Pedati, kader Posyandu Lansia, serta organisasi PKK setempat.
Melalui pengabdian ini, Tim PkM FH UNIB mengusung program bertajuk “Rumah Aman Lansia: Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Penelantaran dalam Keluarga guna Mewujudkan Lingkungan Inklusif dalam Mendukung SDGs 16 di Desa Pasar Pedati”. Program ini terhubung langsung dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, yang menekankan pentingnya pengakhiran segala bentuk kekerasan dan perlindungan bagi kelompok rentan.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan terstruktur. Tahap awal diisi dengan pemaparan materi literasi hukum keluarga berbasis Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) guna membangun kesadaran hukum kolektif warga. Selanjutnya, sesi dilanjutkan dengan pelatihan dan simulasi Dialog Empatik bersama psikolog untuk membekali keluarga dengan teknik komunikasi intergenerasi yang sehat serta manajemen kelelahan emosional pendamping (caregiver burden). Sesi khusus bersama psikolog Yunda Natalia, M.Psi. ini membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai kondisi psikososial lansia, pentingnya menjaga kesehatan mental lansia, penanganan perubahan kognitif/emosional lansia, serta strategi mengurai kelelahan emosional pendamping (caregiver burden). Selain itu dilakukan Pelatihan komunikasi intergenerasi yang ramah, santun, dan tanpa tekanan untuk mereduksi potensi konflik emosional dalam lingkup rumah tangga.
Sebagai wujud kepedulian konkret, kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan alat bantu kesehatan dan medis. Tim Pengabdi menyerahkan 20 unit tongkat kaki 4 bagi para lansia penerima manfaat guna menunjang kemandirian dan mobilitas fisik mereka. Selain itu, diserahkan pula alat tensi darah serta perangkat tes darah mandiri (kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol) kepada kader Posyandu Lansia untuk mendukung pemantauan kesehatan berkala di bawah naungan program “Rumah Aman Lansia”.













