Pendidikan anak usia dini merupakan fase yang sangat penting dan krusial dalam pembentukan fondasi karakter, kognitif, dan kreativitas seseorang. Setiap stimulasi yang diberikan pada masa golden age ini akan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Konvensi Hak Anak dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak mengamanatkan bahwa setiap anak berhak untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berekspresi secara bebas tanpa rasa takut. Namun dalam realitasnya, aktivitas mewarnai di tingkat sekolah sering kali masih dipandang sebelah mata hanya sebagai kegiatan pelengkap atau pengisi waktu luang. Padahal, jika dikelola secara baik, mewarnai dapat menjadi jembatan bagi pembinaan prestasi non-akademik serta sarana stimulasi motorik halus dan kecerdasan visual-spasial yang signifikan. Kondisi ini menggerakkan dosen Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (FH UNIB) untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di TK Kemala Bhayangkari 26 Kota Bengkulu.
Kegiatan PkM ini dilaksanakan oleh Ketua Tim Pengabdian Ria Anggraeni Utami, S.H., M.H. bersama anggota Helda Rahmasari, S.H., M.H., serta melibatkan dua orang mahasiswa FH UNIB. Selain itu, kegiatan ini menghadirkan narasumber penggiat seni dari Yurikart Class yaitu Miss Yurika serta didampingi oleh Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkari 26 Ibu Yuliana, M.Pd. beserta dewan guru. Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian menghadirkan program berupa “Implementasi Hak Anak melalui Ruang Kreasi: Optimalisasi Bakat Mewarnai dengan Pendekatan Joyful Learning sebagai Sarana Pembinaan Prestasi di TK Kemala Bhayangkari 26 Bengkulu”. Program ini terhubung langsung dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, di mana pemenuhan hak berekspresi dan penyediaan lingkungan belajar yang ramah anak menjadi pilar utamanya.
Secara umum, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan memberikan pembekalan awal (Joyful Introduction) mengenai hak anak dan potensi diri melalui penyampaian yang ceria dan interaktif. Anak-anak kemudian diajak berkarya melalui penyediaan sarana “Ruang Kreasi” yang dilengkapi dengan alat mewarnai ramah anak, meja lipat, serta media gambar tematik yang mengintegrasikan kearifan lokal Bengkulu. Keindahan Bunga Rafflesia Arnoldii, kemegahan Benteng Marlborough, hingga keindahan motif Batik Besurek diangkat sebagai objek mewarnai guna menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air sejak dini. Pembimbingan dilakukan secara langsung oleh tim instruktur Yurikart Class dan guru sekolah menggunakan pendekatan Joyful Learning (pembelajaran menyenangkan, aktif, dan tanpa tekanan dikte warna).
Guna mengukur pengembangan bakat anak secara nyata, kegiatan diakhiri dengan Lomba Mewarnai berbasis Joyful Learning yang diikuti oleh seluruh siswa sebanyak 30 orang. Dari hasil evaluasi karya, Tim Pengabdian memberikan apresiasi berupa piala prestasi, sertifikat berbingkai, serta paket alat mewarnai eksklusif bagi Juara 1, 2, 3, dan Juara Favorit. Selain itu, Tim PkM FH UNIB juga menyerahkan inventaris sarana “Ruang Kreasi” berupa media gambar yakni buku mewarnai dan pensil cat serta poster dan standing banner edukatif PVC khas Bengkulu untuk dimanfaatkan pihak sekolah secara berkelanjutan. Melalui kegiatan PkM ini diharapkan optimalisasi bakat mewarnai bukan hanya kegiatan menggambar biasa, melainkan bagian dari usaha bersama dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak, membina prestasi non-akademik sejak dini, serta memastikan anak-anak tumbuh dengan percaya diri dan bangga akan kebudayaan daerahnya. Tim Pengabdian Ria Anggraeni Utami, S.H., M.H., Helda Rahmasari, S.H., M.H.













